Istiqomah

Serangan Senja

"Akan datang suatu zaman orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api" (HR. Tirmidzi)


Perlahan tapi pasti Yayasan Dakwah Sunnah Al Tamassuk Bissunnah (berpegang teguh dengan sunnah Nabi) yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Qadir Jailani mulai merangkak. Jamaahnya pun kian hari semakin bertambah. Namun ketika ma'had yang terletak di Gampong Lam Awe kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar mulai dikenal, berbagai fitnah muncul dari orang-orang yang masih berpegang pada Islam tradisional. Mereka terusik dengan berkembangnya dakwah sunnah.

*Sebenarnya di-awal pendirian pada tahun 2008 dulu saya sudah ngurus perijinan. Selama itu pula kami tidak pernah ada gangguan dengan masyarakat. Namun ada beberapa tokoh disitu yang merasa terusik dengan keberadaan dakwah sunnah. Mereka menuduh kami salafy wahaby yang membawa paham teroris ISIS. Padahal semua itu tidak benar. Kami hanya mendalami pengajian hafids alis penghapal Qur'an dan menyampaikan kajian sunnah, tauhid dan sahih Bukhori Muslim. Memang dulu sempat diperdebatkan saat dzikir dan qunut. Waktu itu saya pilih diam, karena kalau diperdebatkan tidak ada selesainya, karena itu masalah khilafiah*

Abdul Qadir sebenarnya sudah sangat mengalah, ia lebih memilih diam dari pada beradu argumen dan debat yang tak kunjung selesai. Namun karena hasutan, akhirnya warga tersulut emosinya dan marah.

Bermula dari kasak-kusuk hingga bahan buah bibir semakin santer akhirnya fitnah berkembang, orang-orang yang menyebutnya salafy wahaby ini kian berani terang-terangan menentang halaqah ustadz Abdul Qadir. Puncak-nya pada Selasa 29 Maret 2016, dua jam sebelum penyerangan, kepala desa menjumpai Ustadz Abdul Qadir dengan membawa blangko kosong surat pindah untuk ditandatangani. "Jika tidak pindah, masa akan bergerak pada sore harinya. Saya bersedia pindah jika aset pondok diganti oleh masyarakat" katanya.

Serangan Jelang Petang

Sore harinya ketika massa sudah berkumpul, mereka tidak mengindahkan aparat keamanan, warga mendobrak blokade, membuka paksa gerbang dengan anarkhis, mereka berteriak agar ustadz Abdul Qadir keluar dari kampungtersebut. beberapa kaca juga dilempar hingga pecah.

Mereka yang menamakan dirinya Ahlussunnah Wal Jamaah meyerang yayasan termasuk merusak bus milik halaqah sembari berteriak Allahu akbar.  Tampak beberapa kaca depan dan belakang rusak parah, hancur dilempari batu dan kayu. Mereka secara paksa mengusir keberadaan kajian Sunnah di daerah tersebut.

Untunglah selang 30 menit setelah pengrusakan aset milik yayasan, aparat segara datang meskipun kondisinya sudah sangat parah. Tampak ustadz Qodir beserta keluarga dan para santrinya di evakuasi keluar yayasan oleh aparat keamanan dan polsek Peukanbada dan koramil Peukandaba. Mereka dievakuasi untuk perlindungan keamanan sekaligus untuk meredam kondisi yang masih memanas agar tidak terjadi pertumpahan yang tidak di-inginkan. Ketika melihat kondisi tersebut Ustadz Qadir hanya pasrah dan berdoa semoga orang-orang yang belum paham Sunnah mendapatkan hidayah.

Demi mengibarkan dakwa sunnah dan akidah yang murni sesuai perintah Qur'an dan Sunnah Ustadz Qadir tetap berdakwah walaupun penuh tantangan dan cobaan***